UU Perpajakan Tampung Usulan Insentif Fiskal   Leave a comment

UU tentang Pajak Penghasilan (PPh) dan UU tentang Pajak Pertambahan Nilai (PPN) telah menampung usulan insentif fiskal yang muncul dalam Temu Nasional beberapa waktu lalu. “Kemarin memang dilakukan inventarisasi, di bidang ekonomi sifatnya ada permintaan untuk insentif fiskal maupun kemudahan di sisi administrasi,” kata Menkeu di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) lakarta, Senin (02/11). Menurut Menkeu, untuk insanuf fiskal dalam bentuk penurunan tarif pajak, dan lainnya sebetulnya sudah ditampung dalam UU PPh dan UU PPN. “Insentif untuk pengembangan riset dan develomp-ment dan biaya-biaya SDM juga bisa dijadikan sumber pengurang pajak. Itu sudah masuk di UU PPh,” jelasnya.

Sementara untuk hal-hal yang sifatnya memberi implikasi ke APBN baik APBN 2009 yang tinggal 2 bulan atau di APBN 2010, menurut dia, maka untuk insentif yang sifatnya fundamental baik energi terbarukan seperti geotermal, BBN, sebagian sudah masuk di APBN.

“Sebagian lainnya yang sifatnya lebih fundamental lagi, katakanlah yang berhubungan dengan tarif subsidi maupun tarif pajak, maka itu harus dimasukkan dalam UU APBN, karena APBN 2010 kan sudah menetapkan beberapa target yang sifatnya secara implisit mengandung insentif dan tarif-tarif yang ditetapkan berdasarkan sektor,” katanya.

Ia mengatakan, jika memang nanti dalam sidang kabinet, berbagai usulan dalam Temu Nasional akan diakomodasikan dan mempengaruhi APBN 2010, maka nanti akan disampaikan dalam APBN Perubahan. “Pasal 26 UU APBN 2010 memungkinkan pemerintah mengajukan APBNP 2010 secara dipercepat, kita akan lihat pAda bulan-bulan Januari 2010,” katanya.
, Sementara untuk insentif berupa kemudahan administrasi antara lain penetapan nilai pabean, hal itu akan dilakukan secara transparan. “Jadi para para eksportir-importir kalau mereka mau menyampaikan keluhan, akan jelas ke mana menyampaikannya dan bagaimana mekanismenya,” katanya.

Menkeu juga menyatakan bahwa hingga saat ini Direktorat lendral Pajak (DIP) tidak memiliki kewenangan yang bersifat legislasi. “Jadi sebetulnya fungsi legislasi itu sudah dipisahkan. Sekarang DJP itu, tidak lebih hanya mengimplementasikan sesuatu dan enforcement” kata Menkeu.

Menurut Menkeu, DJP tidak memiliki kewenangan untuk menetapkan tarif pajak maupun target penerimaan pajak. Tarif pajak dan target penerimaan pajak ditetapkan melalui UU bidang perpajakan dan UU tentang APBN.

“Itu bukan diskresi atau kewenangan Dirjen Pajak. Dirjen Pajak hanya melaksanakan apa yang ditetapkan dalam UU tentang PPh, UU tentang PPn, UU tentang KUP dan UU APBN,” tegas Menkeu.

Dia juga menyebutkan bahwa fungsi yudikatif dalam urusan perpajakan sudah ditangani oleh pengadilan pajak yang berada di bawah naungan Mahkamah Agung (MA). “Ini memang masih difasilitasi oleh kita (Depkeu) sehingga memang fungsi itu belum seluruhnya di MA,” katanya.

Namun menurut dia, kalau memang MA menghendaki penyerahan seluruh fungsi itu, pihaknya secara bertahap tapi secara bertahap, akan mengalihkannya. “Sekarang soal hakim pengadilan pajak, soal pengangkatan, penetapan karirnya, itu semua sudah diatur MA. Jadi memang sudah terpisah juga,” tegasnya

Mengenai adanya Direktorat Keberatan dan Banding dan direktorat lainnya, Menkeu mengatakan, itu bukan menyangkut fungsi yudikatif. “Pajak kan menghimpun penerimaan pajak, kalau seandainya wajib pajak yang diminta memenuhi kewajibannya, ada masalah, maka sebelum dia masuk ke sistem judisial, dia harus punya internal dulu dong. Tidak harus setiap ada beda pendapat saya harus ke pengadilan pajak kan,” katanya.

Menurut dia, sebelum masuk ke sistem judisial, akan banyak WP yang memilih jalur yang sifatnya non pengadilan. “Istilah kita menetapkan Direktorat Banding untuk menampung komplain. Itu bukan berarti mengambil alih fungsi yudikatif. Kalau kemudian tidak ketemu sama sekali, maka ada proses peradilan sendiri,” katanya.

Sumber : Harian Neraca

Posted 04/11/2009 by Ferry in Berita Pajak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: